Lewati ke konten utama

Pilih bacaanmu

Pilih film atau serial untuk ditonton

Berita dan festival Indonesia →

Cari judul film atau serial, lalu pilih bacaan yang sesuai. Ada sinopsis tanpa spoiler, pembahasan akting, serta kelebihan dan kekurangan setiap tontonan.

28 bacaan tersedia dalam Bahasa Indonesia.

Ikuti ulasan dan berita Indonesia lewat RSS ↗

Halaman 1 dari 2 · 1–24 dari 28

Berikutnya: 4 ulasan →
Mendalam 4 menit baca Bahasa Indonesia Adolescence (2025)

Review Adolescence: Empat Episode yang Sulit Ditinggalkan

Ulasan Adolescence tanpa spoiler: empat episode dengan pengambilan gambar panjang, akting Owen Cooper dan Stephen Graham, serta drama keluarga yang mengguncang.

Read in English →

Sangat layak ditonton. Teknik pengambilan gambar menyatu dengan cerita dan aktingnya luar biasa, meski tema serta tekanan emosionalnya berat. Empat episode ini sebaiknya ditonton dengan waktu untuk mencerna.

89%
Celluloid Recommended
Rangkuman ulasan festival 4 menit baca Bahasa Indonesia Your Mother Your Mother Your Mother (2026)

Ulasan Your Mother Your Mother Your Mother: Iman, keluarga, dan aksi

Rangkuman ulasan TIFF yang positif: Mahershala Ali memimpin perpaduan thriller aksi, duka keluarga, dan pergulatan iman yang berani, meski respons terhadap temanya beragam.

Ulasan singkat 4 menit baca Bahasa Indonesia Ada Apa dengan Cinta? (2002)

Review Ada Apa dengan Cinta? (2002): Puisi dan Cinta Pertama

Ada Apa dengan Cinta? karya Rudy Soedjarwo adalah drama remaja Jakarta tentang cinta pertama, puisi, dan persahabatan, dengan dialog yang masih terasa jujur.

80%
Celluloid Recommended
Ulasan singkat 4 menit baca Bahasa Indonesia Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025)

Review Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025): Kacau di Panti

Agak Laen: Menyala Pantiku! mengirim Bene, Boris, Jegel, dan Oki menyamar di panti jompo. Sekuel komedi Muhadkly Acho yang berani mengganti formula.

Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia Gundala (2019)

Review Gundala (2019): Pahlawan Petir dari Jalanan

Gundala karya Joko Anwar membuka jagat Bumilangit dengan superhero yang lahir dari jalanan dan ketimpangan kelas. Kelam, politis, meski paruh akhirnya padat.

77%
Celluloid Recommended
Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia Kang Mak from Pee Mak (2024)

Review Kang Mak from Pee Mak (2024): Remake yang Membumi

Kang Mak from Pee Mak adalah remake Indonesia atas komedi horor Thailand Pee Mak. Herwin Novianto memberinya lawakan lokal tanpa membuang sisi romansanya.

Ulasan singkat 4 menit baca Bahasa Indonesia Laskar Pelangi (2008)

Review Laskar Pelangi (2008): Mimpi Besar dari Belitung

Laskar Pelangi karya Riri Riza mengangkat novel Andrea Hirata tentang sepuluh murid dan guru mereka di Belitung: drama sekolah yang hangat, lucu, dan mengharukan.

87%
Celluloid Recommended
Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia Marlina the Murderer in Four Acts (2017)

Review Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Western Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak karya Mouly Surya memindahkan film western ke savana Sumba: kisah balas dendam seorang janda yang tenang dan tajam.

79%
Celluloid Recommended
Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia Pabrik Gula (2025)

Review Pabrik Gula (2025): Teror di Musim Giling

Pabrik Gula karya Awi Suryadi mengangkat utas viral SimpleMan tentang pekerja musiman di pabrik gula tua di Jawa. Horor yang kuat berkat lokasi dan suasana.

Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia Pengabdi Setan 2: Communion (2022)

Review Pengabdi Setan 2: Communion (2022): Rusun Terkepung

Pengabdi Setan 2: Communion memindahkan teror keluarga Rini ke rumah susun yang penuh tetangga. Sekuel Joko Anwar yang lebih besar, sesak, dan mencekam.

Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia Sewu Dino (2023)

Review Sewu Dino (2023): Ritual Seribu Hari yang Mencekam

Sewu Dino karya Kimo Stamboel mengangkat utas viral SimpleMan tentang santet seribu hari. Horor Jawa yang mencekam lewat ritual, meski babak akhirnya goyah.

Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia The Shadow Strays (2024)

Review The Shadow Strays (2024): Laga Brutal Tanpa Rem

The Shadow Strays karya Timo Tjahjanto mengikuti pembunuh bayaran muda yang melawan mentornya demi seorang bocah. Laga Indonesia yang brutal dan sangat terampil.

Ulasan singkat 3 menit baca Bahasa Indonesia Vina: Sebelum 7 Hari (2024)

Review Vina: Sebelum 7 Hari (2024): Tragedi Nyata Jadi Horor

Vina: Sebelum 7 Hari karya Anggy Umbara mengangkat kasus pembunuhan nyata di Cirebon lewat bingkai horor. Tegang dan efektif, tetapi caranya patut dipertanyakan.

Mendalam 5 menit baca Bahasa Indonesia Agak Laen (2024)

Review Agak Laen (2024): Panik Bersama di Rumah Hantu

Empat penjaga rumah hantu terjebak dalam masalah yang makin sulit disembunyikan. Ulasan tanpa spoiler tentang permainan ansambel, komedi gelap, dan ritme Agak Laen.

Mendalam 5 menit baca Bahasa Indonesia Dilan 1990 (2018)

Review Dilan 1990 (2018): Pesona dan Batas Romansa Masa Sekolah

Dilan 1990 membangun romansa melalui percakapan, ingatan, dan pesona dua pemeran utamanya. Ulasan tanpa spoiler yang juga melihat sikap posesif dan kekerasan di balik nostalgia.