Lewati ke konten utama
Ulasan singkat3 menit bacaTanpa spoiler
Pengabdi Setan 2: Communion (2022)

Review Pengabdi Setan 2: Communion (2022): Rusun Terkepung

Pengabdi Setan 2: Communion memindahkan teror keluarga Rini ke rumah susun yang penuh tetangga. Sekuel Joko Anwar yang lebih besar, sesak, dan mencekam.

★★★★☆ 4/5

Kesimpulan

Ya, dengan catatan. Sekuel horor yang lebih besar dan mencekam, paling cocok untuk penonton yang sudah menonton film pertama dan tahan dengan teror panjang.

Apakah Pengabdi Setan 2: Communion layak ditonton?

Ya. Pengabdi Setan 2: Communion adalah sekuel yang berani mengubah bentuk: rumah tua yang sunyi diganti rumah susun yang sesak, dan rasa terjebaknya justru makin kuat. Joko Anwar menyusun beberapa set piece horor terbaik dalam karier penyutradaraannya, dan gedung bertingkat itu menjadi labirin yang meyakinkan. Catatannya, mitologinya makin rumit, dan kehangatan keluarga yang menjadi jantung film pertama sedikit tergeser oleh skala yang lebih besar.

Sinopsis Pengabdi Setan 2: Communion tanpa spoiler

Beberapa tahun setelah peristiwa mengerikan di film pertama, Rini (Tara Basro), kedua adiknya, Toni (Endy Arfian) dan Bondi (Nasar Anuz), serta Bapak (Bront Palarae) pindah ke sebuah rumah susun. Alasannya masuk akal: tinggal di tengah banyak orang terasa lebih aman bila sesuatu terjadi lagi.

Namun, hidup bersama ratusan tetangga juga berarti hidup bersama orang-orang yang tidak benar-benar mereka kenal. Pada suatu malam, ketika badai mengurung penghuni di dalam gedung, Rini dan keluarganya kembali harus menyelamatkan diri, dan kali ini jalan keluarnya jauh lebih sempit.

Pengabdi Setan 2: Communion ditulis dan disutradarai Joko Anwar, berbahasa Indonesia, dan berdurasi 119 menit. Film ini ditonton sekitar 6,4 juta orang di bioskop Indonesia.

Dari sunyi ke sesak

Pengabdi Setan bekerja lewat rumah tua yang terpencil dan hening. Sekuelnya melakukan kebalikannya. Rumah susun ini penuh orang, suara, dan lorong yang tampak sama di setiap lantai. Joko Anwar menukar kesunyian dengan kesesakan, pilihan yang berisiko karena horor biasanya bergantung pada keheningan.

Hasilnya justru efektif. Tangga, lorong gelap, dan lift menjadi ruang-ruang ancaman yang terus berganti, dan penonton selalu sadar bahwa gedung ini terputus dari dunia luar. Salah satu adegan di lift sudah menjadi bahan perbincangan tersendiri di kalangan penggemar horor Indonesia, dan memang layak dibicarakan.

Keluarga Rini yang kembali diuji

Tara Basro kembali menjadi pusat film sebagai Rini, kakak yang terpaksa terlalu cepat dewasa. Ia memerankan ketakutan tanpa kehilangan kendali, sehingga penonton punya pegangan di tengah kekacauan. Endy Arfian dan Nasar Anuz menjaga dinamika kakak-adik yang terasa alami, dengan sedikit humor yang memberi jeda dari ketegangan.

Bront Palarae kembali sebagai Bapak, sosok ayah yang berusaha menjaga keluarganya tetap utuh setelah semua yang mereka alami. Latar era 1980-an juga dijaga dengan rapi lewat busana, perabot, dan suasana gedung yang terasa khas zamannya.

Saat mitologi makin rumit

Kelemahan utama sekuel ini ada pada ceritanya yang lebih ambisius. Mitologi sekte yang mengincar keluarga Rini diperluas, dan tidak semua penjelasannya terasa memuaskan. Beberapa bagian lebih sibuk menanam teka-teki untuk kelanjutan daripada menuntaskan emosi di film ini.

Jumlah penghuni rumah susun yang banyak juga membuat beberapa tokoh pendukung hanya lewat sebentar. Dibanding film pertama yang intim, Communion terasa lebih seperti rangkaian set piece yang hebat daripada drama keluarga yang utuh.

Siapa yang cocok menonton Pengabdi Setan 2: Communion?

Film ini untuk penggemar horor yang tahan dengan ketegangan panjang dan adegan seram yang intens. Sebaiknya tonton film pertama lebih dulu, karena sekuel ini tidak banyak menjelaskan ulang peristiwa sebelumnya. Ada kekerasan dan gambar-gambar yang mengganggu, sehingga film ini bukan untuk anak-anak.

Kalau suka, coba juga:

  • Pengabdi Setan, film pertama yang lebih sunyi dan lebih berfokus pada drama keluarga.
  • Impetigore, horor Joko Anwar lain yang memindahkan teror ke desa terpencil.

Kesimpulan

Pengabdi Setan 2: Communion adalah sekuel yang lebih besar, lebih sesak, dan dalam beberapa momen lebih menakutkan daripada pendahulunya. Mitologinya kadang terlalu rumit dan sisi keluarganya sedikit tergeser, tetapi Joko Anwar tetap menghadirkan horor Indonesia yang cerdas memanfaatkan ruang.

Rating: 4/5

Standar editorialLaporkan koreksi

Panduan penonton Indonesia

Di mana nonton Pengabdi Setan 2: Communion?

Katalog Indonesia Celluloid mencatat Pengabdi Setan 2: Communion di Disney+. Ini cuplikan ketersediaan, bukan daftar langsung; periksa judul dan paket langganan di platform sebelum menonton.

Pilih negara Indonesia saat mencari film. Jadwal bioskop, subtitle, harga dan paket layanan dapat berbeda menurut kota serta penyedia.

Panduan untuk Pengabdi Setan 2: Communion

Jika kamu menyukai Pengabdi Setan 2: Communion

Pilihan berdasarkan kesamaan genre dan Celluloid Score.

Jawaban singkat

Di mana nonton Pengabdi Setan 2: Communion di Indonesia?

Katalog Indonesia Celluloid mencatat Pengabdi Setan 2: Communion di Disney+. Ini cuplikan ketersediaan, bukan daftar langsung; periksa judul dan paket langganan di platform sebelum menonton.