Lewati ke konten utama
Ulasan singkat3 menit bacaTanpa spoiler
Kang Mak from Pee Mak (2024)

Review Kang Mak from Pee Mak (2024): Remake yang Membumi

Kang Mak from Pee Mak adalah remake Indonesia atas komedi horor Thailand Pee Mak. Herwin Novianto memberinya lawakan lokal tanpa membuang sisi romansanya.

★★★★☆ 4/5

Kesimpulan

Ya, dengan catatan. Komedi horor yang lucu dan hangat, cocok untuk nonton bareng, termasuk bagi penonton yang biasanya menghindari film seram.

Apakah Kang Mak from Pee Mak layak ditonton?

Ya. Kang Mak from Pee Mak adalah remake yang tahu cara pindah rumah: ceritanya dari Thailand, tetapi lawakannya terasa Indonesia sekali. Herwin Novianto menjaga keseimbangan antara horor, komedi, dan romansa yang membuat film aslinya disukai, lalu mengisinya dengan banyolan antarsahabat yang akrab bagi penonton lokal. Catatannya, durasi 123 menit terlalu panjang untuk komedi horor, dan tidak semua lelucon mendarat sama baiknya.

Sinopsis Kang Mak from Pee Mak tanpa spoiler

Kang Mak (Vino G. Bastian) pulang dari medan perang bersama sahabat-sahabatnya, membawa rindu yang sudah lama tertahan pada istrinya (Marsha Timothy). Di rumah, sang istri dan bayi mereka menyambutnya seolah tidak ada yang berubah. Masalahnya, warga kampung bersikap aneh, dan bisik-bisik mulai beredar bahwa perempuan itu sebenarnya sudah meninggal.

Kang Mak terlalu bahagia untuk curiga, sementara teman-temannya mulai merasakan ada yang tidak beres. Dari situlah komedinya tumbuh: sekelompok prajurit yang berani di medan tempur ternyata gampang panik ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa mereka lawan dengan senjata.

Kang Mak from Pee Mak disutradarai Herwin Novianto dan diadaptasi dari Pee Mak, komedi horor Thailand tahun 2013. Film berbahasa Indonesia ini berdurasi 123 menit dan meraih sekitar 4,9 juta penonton di bioskop.

Remake yang tidak sekadar menyalin

Banyak remake gagal karena meniru ritme aslinya secara harfiah. Kang Mak mengambil kerangka cerita yang sama, tetapi memindahkan humornya ke bentuk yang lebih dekat dengan penonton Indonesia: saling ledek antarsahabat, salah paham yang sengaja dibiarkan berlarut, dan logat yang dijadikan bahan tawa. Hasilnya terasa seperti film yang lahir di sini, bukan terjemahan.

Jajaran komediannya menjadi senjata utama. Indra Jegel, Rigen Rakelna, Tora Sudiro, dan Andre Taulany masing-masing membawa gaya melucu yang berbeda, sementara kehadiran nama senior seperti Indro dan Tarzan menambah rasa komedi Indonesia lintas generasi. Ketika rombongan sahabat Kang Mak panik bersama, film berada di titik paling lucunya.

Romansa yang tetap diberi ruang

Yang membuat Kang Mak lebih dari sekadar komedi horor adalah pasangan utamanya. Vino G. Bastian memerankan Kang Mak dengan kepolosan yang membuat penonton ikut tertawa sekaligus iba, dan Marsha Timothy menyeimbangkannya dengan permainan yang lebih tenang. Keduanya pasangan suami-istri di dunia nyata, dan kenyamanan itu terasa di layar.

Film ini tidak lupa bahwa inti ceritanya adalah cinta yang menolak berakhir. Di sela lawakan, ada momen-momen yang dibiarkan hening dan tulus. Pergantian nada dari lucu ke seram lalu ke haru tidak selalu mulus, tetapi lebih sering berhasil daripada tidak.

Durasi yang terlalu murah hati

Kelemahan utamanya adalah panjang film. Dua jam lebih sedikit terasa berlebihan untuk premis yang sederhana, dan beberapa lelucon diulang dengan variasi yang makin tipis. Ada adegan yang seharusnya bisa dipangkas tanpa kehilangan apa pun.

Porsi horornya juga ringan. Penonton yang berharap benar-benar ketakutan mungkin kecewa, karena hampir setiap momen seram segera dibelokkan menjadi tawa. Bagi sebagian besar penonton, itu justru daya tarik, tetapi penggemar horor murni perlu tahu sejak awal.

Siapa yang cocok menonton Kang Mak from Pee Mak?

Film ini cocok untuk nonton bareng teman atau keluarga dengan anak remaja, dan untuk penonton yang biasanya menghindari horor karena takutnya tidak berlebihan. Penonton yang sudah menonton Pee Mak justru bisa menikmati perbandingannya. Ada sedikit adegan seram dan humor yang kadang kasar, tetapi secara umum nadanya ringan.

Kalau suka, coba juga:

  • Naga Bonar, komedi klasik Indonesia yang juga menertawakan perang dan para prajuritnya.
  • Ghost in the Cell, komedi horor Indonesia lain yang memadukan rasa takut dan tawa.

Pilihan lain ada di koleksi film horor kami.

Kesimpulan

Kang Mak from Pee Mak membuktikan bahwa remake bisa punya jiwa sendiri. Durasinya terlalu panjang dan horornya jinak, tetapi kekompakan para komedian dan kehangatan pasangan utamanya membuat film ini menghibur dari awal sampai akhir.

Rating: 4/5

Standar editorialLaporkan koreksi

Panduan penonton Indonesia

Di mana nonton Kang Mak from Pee Mak?

Katalog Indonesia Celluloid mencatat Kang Mak from Pee Mak di Netflix. Ini cuplikan ketersediaan, bukan daftar langsung; periksa judul dan paket langganan di platform sebelum menonton.

Pilih negara Indonesia saat mencari film. Jadwal bioskop, subtitle, harga dan paket layanan dapat berbeda menurut kota serta penyedia.

Jika kamu menyukai Kang Mak from Pee Mak

Pilihan berdasarkan kesamaan genre dan Celluloid Score.

Jawaban singkat

Di mana nonton Kang Mak from Pee Mak di Indonesia?

Katalog Indonesia Celluloid mencatat Kang Mak from Pee Mak di Netflix. Ini cuplikan ketersediaan, bukan daftar langsung; periksa judul dan paket langganan di platform sebelum menonton.