Lewati ke konten utama
Ulasan singkat4 menit bacaTanpa spoiler
Ada Apa dengan Cinta? (2002)

Review Ada Apa dengan Cinta? (2002): Puisi dan Cinta Pertama

Ada Apa dengan Cinta? karya Rudy Soedjarwo adalah drama remaja Jakarta tentang cinta pertama, puisi, dan persahabatan, dengan dialog yang masih terasa jujur.

★★★★½ 4.5/5

Kesimpulan

Ya. Romansa SMA yang jujur dan hangat, cocok untuk remaja maupun penonton dewasa yang ingin mengenal film yang ikut menghidupkan kembali bioskop Indonesia.

Apakah Ada Apa dengan Cinta? layak ditonton?

Ya. Lebih dari dua puluh tahun setelah rilis, Ada Apa dengan Cinta? masih menjadi salah satu drama remaja Indonesia terbaik, dan daya tariknya jauh melampaui nostalgia. Dialognya terdengar seperti obrolan anak SMA sungguhan, persahabatan geng Cinta digarap sama seriusnya dengan romansanya, dan pasangan Dian Sastro dan Nicholas Saputra punya chemistry yang jarang tertandingi film sejenis. Catatannya: temponya sabar, dan beberapa detail khas awal 2000-an kini terasa jelas berumur.

Sinopsis Ada Apa dengan Cinta? tanpa spoiler

Cinta (Dian Sastro) adalah siswi SMA di Jakarta yang aktif di majalah dinding sekolah dan nyaris tak pernah terpisah dari sahabat-sahabatnya. Hidupnya ramai, penuh rencana, dan terasa terkendali, sampai ia berurusan dengan Rangga (Nicholas Saputra), siswa pendiam yang lebih betah dengan buku dan puisi daripada pergaulan. Pertemuan awal mereka lebih mirip bentrokan gengsi daripada awal kisah cinta.

Rasa kesal pelan-pelan berubah menjadi rasa penasaran, lalu menjadi sesuatu yang lebih sulit diakui. Masalahnya, Cinta terbiasa berbagi segalanya dengan gengnya, dan perasaan baru ini mulai mengganggu waktu serta kejujuran di antara mereka. Ladya Cheryl tampil sebagai Alya, sahabat terdekat Cinta.

Ada Apa dengan Cinta? disutradarai Rudy Soedjarwo. Film romansa berbahasa Indonesia ini berdurasi 112 menit.

Dialog yang terdengar seperti anak SMA sungguhan

Kekuatan utama film ini ada pada keberaniannya membiarkan remaja berbicara seperti remaja. Obrolan Cinta dan teman-temannya penuh potongan kalimat, ejekan, dan sikap sok tahu, kadang menyakitkan tanpa sengaja. Banyak film remaja menulis anak SMA seperti orang dewasa yang dikecilkan; di sini, kecanggungan justru menjadi bahan utama.

Puisi memberi film ini identitas yang tidak dimiliki romansa sekolah biasa. Cinta dan Rangga sama-sama menulis, dan kata-kata menjadi cara mereka saling menguji sebelum berani jujur soal perasaan. Hasilnya adalah romansa yang lebih banyak bergerak lewat sindiran, tatapan, dan diam yang canggung daripada lewat pengakuan besar. Tidak heran beberapa baris dialognya terus dikutip penonton Indonesia sampai sekarang.

Dian Sastro dan Nicholas Saputra saling mengimbangi

Dian Sastro memerankan Cinta dengan energi yang membuat tokohnya mudah disukai sekaligus mudah dikritik: percaya diri, cerewet, tetapi juga gengsian. Peran ini memberinya Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2004 dan menjadikannya bintang. Nicholas Saputra membalas dengan permainan yang serba ditahan. Rangga ketus dan sulit ditebak, tetapi sang aktor membiarkan sedikit kerentanan terlihat di balik sikap dinginnya.

Rudy Soedjarwo, yang meraih Piala Citra Sutradara Terbaik di ajang yang sama, tidak berusaha pamer gaya. Ia memberi ruang pada jeda dan reaksi, sehingga ketegangan antara dua tokoh utama tumbuh dari hal-hal kecil. Pendekatan ini membuat romansanya terasa dialami, bukan dipamerkan.

Persahabatan yang tidak dijadikan tempelan

Yang sering terlupakan dari film ini adalah bahwa ia juga kisah tentang geng perempuan. Hubungan Cinta dengan sahabat-sahabatnya dibangun lebih dulu, sehingga ketika romansa mulai mengganggu, pilihan antara pacar dan sahabat terasa berbobot. Konteks sejarahnya juga penting: film ini hadir ketika produksi film Indonesia nyaris mati suri, dan ikut membuktikan bahwa penonton lokal masih mau antre untuk film negeri sendiri.

Meski begitu, tidak semuanya menua dengan baik. Paruh tengahnya berjalan santai, beberapa masalah para sahabat terasa diselesaikan terlalu cepat, dan sikap Rangga kadang lebih terbaca sebagai kasar daripada misterius. Gaya berpakaian dan teknologi era 2002 juga bisa memancing senyum penonton muda, meski justru itu yang membuatnya terasa seperti potret zaman.

Siapa yang cocok menonton Ada Apa dengan Cinta?

Film ini cocok untuk remaja, penggemar romansa yang lebih mengandalkan dialog daripada drama besar, dan penonton dewasa yang ingin kembali ke masa SMA. Kontennya relatif aman untuk remaja, meski ada tema keluarga yang cukup berat di beberapa bagian. Durasi 112 menit terasa ringan berkat humornya. Kisah Cinta dan Rangga kelak berlanjut di Ada Apa dengan Cinta? 2 (2016).

Kalau suka, coba juga:

  • Dilan 1990, romansa SMA dengan nostalgia yang kuat dan tokoh laki-laki yang sama-sama pandai merangkai kata.
  • Laskar Pelangi, drama sekolah lain yang ikut membentuk wajah film Indonesia pasca-2000.
  • Arisan!, potret Jakarta awal 2000-an dari sudut pandang orang dewasa, dengan nada yang lebih satir.

Kesimpulan

Ada Apa dengan Cinta? bertahan bukan karena sejarahnya, melainkan karena kejujurannya dalam menggambarkan cinta pertama, gengsi, dan persahabatan remaja. Temponya sabar dan beberapa detailnya berumur, tetapi dialog, puisi, dan pasangan pemeran utamanya tetap membuat film ini layak ditonton pertama kali maupun kesekian kalinya.

Rating: 4.5/5

Standar editorialLaporkan koreksi

Panduan penonton Indonesia

Di mana nonton Ada Apa dengan Cinta??

Katalog Indonesia Celluloid mencatat Ada Apa dengan Cinta? di Netflix dan Vidio. Ini cuplikan ketersediaan, bukan daftar langsung; periksa judul dan paket langganan di platform sebelum menonton.

Pilih negara Indonesia saat mencari film. Jadwal bioskop, subtitle, harga dan paket layanan dapat berbeda menurut kota serta penyedia.

Jika kamu menyukai Ada Apa dengan Cinta?

Pilihan berdasarkan kesamaan genre dan Celluloid Score. Film serupa dengan Ada Apa dengan Cinta? →

Jawaban singkat

Di mana nonton Ada Apa dengan Cinta? di Indonesia?

Katalog Indonesia Celluloid mencatat Ada Apa dengan Cinta? di Netflix dan Vidio. Ini cuplikan ketersediaan, bukan daftar langsung; periksa judul dan paket langganan di platform sebelum menonton.